Review Google Keep vs Evernote: Siapa yang lebih Unggul?


Proses adaptasi (jika tidak mau disebut imitasi) dalam suatu pengembangan teknologi bukanlah hal yang baru, tengok saja berbagai kasus sengketa hak paten yang terjadi di berbagai negara. Hal tersebut seolah menjadi bagian dari suatu inovasi, namun jika perusahaan kelas raksasa seperti Google membuat tandingan aplikasi pembuat notes – Evernote, hal ini lebih terlihat seperti merebut pangsa pasar. Kira-kira seperti itu yang saya tangkap ketika Google pada bulan Maret kemarin me-release Google Keep, sebuah layanan untuk pembuatan notes pada smartphone, mirip aplikasi Evernote versi free, dimana aplikasi ini secara cepat mampu mengorganisasi notes dan menyimpan secara online, serta dapat diakses dari berbagai perangkat. Namun Google Keep hanya dikhususkan untuk pengguna Android saja, tidak seperti Evernote yang dapat tersedia untuk berbagai platform yang lain, baik mobil maupun desktop.

Popularitas Google Keep dan pengaruhnya terhadap Evernote

Sampai tulisan ini dibuat, aplikasi  Google Keep untuk pengguna Android sendiri telah diunduh lebih dari 1 juta kali, dan adaan mendapat rating 4.4 dari 18 ribu lebih  yang memberikan review. Evernote? Sebagai aplikasi yang telah eksis terlebih dahulu di berbagai platform seperti Android dan iPhone, di Play Store menunjukkan bahwa aplikasi ini telah diunduh lebih dari 10 juta kali dan dari 580 ribu orang yang memberikan review, aplikasi Evernote untuk Android ini mendapatkan rating 4.7. Dengan tingkat kepuasan yang cukup tinggi tersebut, tak jarang yang memutuskan untuk menggunakan feature premium atau pro. (Setidaknya) Keep belum menjadi ancaman, yang sekarang terlihat justru peluncuran Google Keep juga meningkatkan popularitas Evernote.

Secara umum, Google Keep memiliki berbagai fitur yang ditawarkan Evernote, dimana notes yang dibuat dapat berupa teks, audio, foto/gambar, dan membuat to do list (checklist). Proses sinkronisasi notes dilakukan melalui server online Evernote –dimana pada Google Keep, notes disimpan dalam Google Drive, selain itu kita dapat melakukan proses edit di web Google Keep.

Desain Google Keep vs Evernote

Sebagai produk yang dikeluarkan oleh Google, tampilan antarmuka “sangat Google” dengan desain minimalis, sementara Evernote cukup “ramai” dengan dominasi warna hijau. Background Google keep didominasi dengan warna abu-abu dimana dengan melakukan tap pada layar kosong tersebut untuk membuat note atau list baru. Selain itu Google Keep juga memiliki fitur yang cukup baik untuk memberikan warna dan mengatur besar nya notes agar terlihat lebih cantik.

Gambar-gambar diatas diambil dari Play Store

Performa Google Keep vs Evernote

Baik Google Keep maupun Evernote mampu melakukan pencarian notes dengan baik berdasarkan kata yang telah kita sisipkan. Sebagai “pemain baru” kemampuan Google keep masih cukup terbatas, dimana kita tidak bisa menambahkan attachment atau mengkombinasikan checklist dengan text notes atau audio notes. Hal ini masih dapat dimaklumi, Google mungkin menghindari bias antara penggunaan Google Docs, selain itu Evernote juga telah memiliki standar yang cukup tinggi sejak mereka mulai tahun 2008 dan telah bergerak di segmen enterprise. Salah satu kekhawatiran saat menggunakan aplikasi dari Google akan terjadi saat jangka panjang. Sudah menjadi rahasia umum Google yang sering tidak fokus dalam side project mereka, seperti yang terbaru ini bagaimana pengguna Google Reader yang kelabakan ketika aplikasi ini diskontinu mulai Juli, atau yang mungkin teman-teman dapat melihat Google Graveyard dari Slate  untuk melihat berbagai side project Google yang (terpaksa) diskontinu.

Bagaimana dengan performa Evernote? Sebagai pengguna Android, proses editing menurut saya sedikit lamban. Namun kita dapat mengkombinasikan notes dengan list dan menambahkan berbagai gambar ke dalam sebuah notes. Namun fitur Evernote yang menurut saya luar biasa adalah penggunaan teknologi OCR (Optical Character Recognition), dimana kita dapat melakukan pencarian dokumen teks yang berasal dari gambar. Selain itu saya sendiri dapat menggunakan Evernote di berbagai device, sementara Keep hanya tersedia untuk platform Android dan versi web. Pada browser, saya menggunakan ekstensi untuk melakukan klip untuk menyimpan URL, halaman web dan menyimpan ke dalam akun Evernote milik saya.

Salah satu keterbatasan yang (nanti) saya rasakan ketika kita memiliki banyak notes dan gambar yang  disisipkan di dalamnya, karena Evernote versi free membatasi hanya 60 MB (?!), sedangkan Google Keep yang menggunakan penyimpanan Google Drive dengan kapasitas 5GB

Kesimpulan

Jadi siapa yang lebih unggul? Dilihat dari berbagai sisi, jawabannya tergantung bagaimana kita menggunakannya. Jika teman-teman menginginkan performa yang lebih baik dan mendukung berbagai device, pilihan ada pada Evernote. Namun, jika teman-teman adalah pengguna setia Google yang menginginkan integrasi dan kemudahan atau menginginkan tampilan yang cukup simple, dengan kapasitas penyimpanan yang lebih baik, pilihan ada pada Google Keep.  Meskipun saat ini dari sisi performa masih cukup terbatas, namun siapa tahu Google serius untuk mengembangkan Google Keep sebagai aplikasi yang lebih dari sekedar pencatat ide-ide untuk project saya 🙂

Advertisements

2 responses to “Review Google Keep vs Evernote: Siapa yang lebih Unggul?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s